Senin, 14 Desember 2015

Sistem Operasi

STRUKTUR SISTEM OPERASI
      Komponen-komponen Sistem
     Manajemen Proses
     Manajemen Memori Utama
     Manajemen Memori Sekunder
     Manajemen I/O
     Manajemen File
      Pelayanan Sistem Operasi
      System Call
      Sistem Program
      Struktur Sistem Operasi
     Pendekatan Berlapis (Layered Approach)
     Mesin Virtual
Komponen – Komponen Sistem
Sistem  operasi  terdiri  dari  beberapa  komponen,  antara  lain  manajemen proses,  manajemen  memori  utama,  manajemen  file,  manajemen  sistem  I/O, manajemen  penyimpan  sekunder,  system  jaringan,  system  proteksi  dan  system command interpreter.

- Manajemen Proses
            Proses  adalah  program  yang  sedang  dieksekusi.   Sebuah  proses  memerlukan sumber  daya  (resource)  tertentu  seperti  waktu  CPU,  memori,  file  dan  perangkat  I/Ountuk menyelesaikan tugasnya.

- Manajemen Memori Utama
            Memori utama atau biasanya disebut dengan memori adalah sebuah array besar berukuran  word  atau  byte,  dimana  setiap  array  tersebut  mempunyai  alamat  tertentu. Memori  adalah  penyimpan  yang  dapat  mengakses  data  dengan  cepat  yang  digunakan oleh CPU dan perangkat I/O. Memori adalah perangkat penyimpan volatile. Isi memori akan hilang apabila terjadi kegagalan system.

-  Manajemen Memori Sekunder
            Karena memori utama (primary storage) bersifat  volatiledan terlalu kecil untuk
mengakomodase  semua  data  dan  program  secara  permanen,  sistem  komputer  harus
menyediakan  penyimpan  sekunder  (secondary  storage)  untuk  back  up  memori  utama.
Beberapa sistem komputer modern menggunakan disk untuk media penyimpan on-lin,
baik program maupun data.

- Manajemen I/O
            Sistem  operasi  bertanggung-jawab  pada  aktifitas-aktifitas  sistem   I/O  sebagai
berikut:
a.  Sistem buffer-caching.
b.  Antarmuka device-driversecara umum.
c.  Driver untuk device hardware-hardwaretertentu.

- Manajemen File
             File  adalah  kumpulan  informasi  yang  saling  berhubungan  yang  sudah
didefinisikan oleh pembuatnya (user). Biasanya, file berupa program (baik dalam bentu
sourcemaupun object) dan data.
Pelayanan Sistem Informasi
            Sistem  operasi  menyediakan  layanan  untuk  programmer sehingga  dapat melakukan pemrograman dengan mudah.
  1. Eksekusi  Program. Sistem  harus  dapat  memanggil  program  ke  memori  dan
        menjalankannya.  Program  tersebut  harus  dapat  mengakhiri  eksekusinya  dalam
        bentuk normal atau abnormal (indikasi error).
b.     Operasi-operasi  I/O. Pada  saat  running  program  kemungkinan  dibutuhkan  I/O,
        mungkin  berupa  file  atau  peralatan  I/O.  Agar  efisien  dan  aman,  maka  user  tidak
        boleh mengontrol I/O secara langsung, pengontrolan dilakukan oleh sistem operasi.
c.     Manipulasi  sistem  file.  Kapabilitas  program  untuk  membaca,  menulis,  membuat
        dan menghapus file.
d.     Komunikasi. Komunikasi dibutuhkan jika beberapa proses yang sedang dieksekusi
        saling tukar-menukar informasi. Penukaran informasidapat dilakukan oleh beberapa
        proses  dalam  satu  komputer  atau  dalam  komputer  yang berbeda  melalui  sistem
        jaringan. Komunikasi dilakukan dengan cara berbagi  memori (shared memory) atau
        dengan cara pengiriman pesan (message passing).
e.     Mendeteksi kesalahan. Sistem harus menjamin kebenaran dalam komputasi dengan
         melakukan pendeteksian error pada CPU dan memori, perangkat I/O atau pada user
         program.


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar