Jaringan saraf tiruan (JST) (Bahasa
Inggris: artificial
neural network (ANN), atau juga disebut simulated
neural network (SNN), atau umumnya hanya disebut neural network (NN)), adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil
yang dimodelkan berdasarkan jaringan saraf manusia.
JST merupakan sistem adaptif yang dapat mengubah strukturnya untuk memecahkan
masalah berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang mengalir melalui
jaringan tersebut.
Secara sederhana, JST
adalah sebuah alat pemodelan data statistik non-linier. JST dapat digunakan untuk
memodelkan hubungan yang kompleks antara input dan output untuk menemukan
pola-pola pada data.
Tidak ada dua otak manusia yang sama, setiap
otak selalu berbeda. Beda dalam ketajaman, ukuran dan pengorganisasiannya.
Salah satu cara untuk memahami bagaimana otak bekerja adalah dengan mengumpulkan
informasi dari sebanyak mungkin scan otak manusia dan memetakannya. Hal
tersebut merupakan upaya untuk menemukan cara kerja rata-rata otak manusia itu.
Peta otak manusia diharapkan dapat menjelaskan misteri mengenai bagaimana otak
mengendalikan setiap tindak tanduk manusia, mulai dari penggunaan bahasa hingga gerakan.
Walaupun demikian
kepastian cara kerja otak manusia masih merupakan suatu misteri. Meski beberapa
aspek dari prosesor yang menakjubkan ini telah diketahui tetapi itu tidaklah
banyak. Beberapa aspek-aspek tersebut, yaitu :
a. Tiap bagian pada
otak manusia memiliki alamat, dalam bentuk formula kimia, dan sistem saraf
manusia berusaha untuk mendapatkan alamat yang cocok untuk setiap akson(saraf penghubung)
yang dibentuk.
b. Melalui
pembelajaran, pengalaman dan interaksi antara sistem maka struktur dari otak
itu sendiri akan mengatur fungsi-fungsi dari setiap bagiannya.
c. Axon-axon pada
daerah yang berdekatan akan berkembang dan mempunyai bentuk fisik mirip,
sehingga terkelompok dengan arsitektur tertentu pada otak.
d. Axon berdasarkan
arsitekturnya bertumbuh dalam urutan waktu, dan terhubung pada
struktur otak yang berkembang dengan urutan waktu yang sama.
Berdasarkan keempat
aspek tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa otak tidak
seluruhnya terbentuk oleh proses genetis.
Terdapat proses lain yang ikut membentuk fungsi dari bagian-bagian otak, yang
pada akhirnya menentukan bagaimana suatu informasi diproses oleh otak.
Elemen yang paling
mendasar dari jaringan saraf adalah sel saraf. Sel-sel saraf inilah membentuk
bagian kesadaran manusia yang meliputi beberapa kemampuan umum. Pada dasarnya
sel saraf biologi menerima masukan dari sumber yang lain dan
mengkombinasikannya dengan beberapa cara, melaksanakan suatu operasi yang
non-linear untuk mendapatkan hasil dan kemudian mengeluarkan hasil akhir
tersebut.
Dalam tubuh manusia terdapat banyak variasi tipe
dasar sel saraf, sehingga proses berpikir manusia menjadi sulit untuk
direplikasi secara elektrik.
Sekalipun demikian, semua sel saraf alami mempunyai empat komponen dasar yang
sama. Keempat komponen dasar ini diketahui berdasarkan nama biologinya yaitu, dendrit, soma, akson, dansinapsis.
Dendrit merupakan suatu perluasan dari soma yang menyerupai rambut dan bertindak sebagai saluran masukan.
Saluran masukan ini menerima masukan dari sel saraf lainnya melalui sinapsis.
Soma dalam hal ini kemudian memproses nilai masukan menjadi sebuah output yang
kemudian dikirim ke sel saraf lainnya melalui akson dan sinapsis.
Penelitian terbaru
memberikan bukti lebih lanjut bahwa sel saraf biologi mempunyai struktur yang
lebih kompleks dan lebih canggih daripada sel saraf buatan yang kemudian
dibentuk menjadi jaringan saraf buatan yang ada sekarang ini. Ilmu biologi
menyediakan suatu pemahaman yang lebih baik tentang sel saraf sehingga
memberikan keuntungan kepada para perancang jaringan untuk dapat terus
meningkatkan sistem jaringan saraf buatan yang ada berdasarkan pada pemahaman
terhadap otak biologi.
Sel saraf-sel saraf
ini terhubung satu dengan yang lainnya melalui sinapsis. Sel saraf dapat
menerima rangsangan berupa sinyal elektrokimiawi dari sel saraf-sel saraf yang lain.
Berdasarkan rangsangan tersebut, sel saraf akan mengirimkan sinyal atau tidak berdasarkan kondisi
tertentu. Konsep dasar semacam inilah yang ingin dicoba para ahli dalam
menciptakan sel tiruan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar