Jumat, 22 Januari 2016

SINOPSIS CERPEN "NEGERI KU YANG DAMAI"

Judul : Negeri ku yang Damai
Pengarang : 
Aku seorang jenderal tua kerajaan Namira, negeri yang makmur, tidak ada pengangguran, negeri penuh ilmuan, sastrawan, dan hartawan. Para mahasiswa menyibukkan diri memproduksi berbagai alat dari perkakas rumah hingga peralatan perang canggih berenergi listrik dan surya. Bukti sebuah kemajuan yang tak pernah ku rasakan dulu di era 90an. Buah kelapa yang dulu di masaku hanya menjadi minuman, kini di negeriku buah itu menjadi peralatan perang, “Bom Atom.” Namora tak lagi provinsi, namun sudah menjadi kerajaan, dengan kepala negara Sultan Muhammad. Sultan yang adil lagi arif, Namira tidak berhukum kecuali dengan al Qur’an dan Hadits nabi.
Negeriku tak lagi mengimpor barang dari luar, negeri ini sudah mapan, padi tak lagi ditanam di sawah, benihnya cukup ditaburi di tanah dalam waktu 2 minggu sudah bisa dipanen. Sawah- sawah dan sungai-sungai yang dulu sering ku lihat sekarang menjadi pusat perkantoran bahkan disulap menjadi tempat wisata. Irigasi sudah dibuat di bawah tanah di samping rel kereta api. Kapal-kapal berminyak sudah tidak digunakan lagi, sudah diganti dengan kapal baja yang menggunakan energi matahari.
Tugas polisi di kerajaanku tak lagi jadi preman, bahkan mereka kini hanya pengatur lalu lintas yang dilewati mobil tak terinjak tanah. Aspal, tak lagi hitam berubah menjadi putih, bumi Aceh sudah memiliki lampu penerang yang terapung di awan tak basah hujan tak terbakar matahari. Pencuri malang tak ada lagi, hanya menjadi misteri, rakyatku terheran-heran sangat mendengar kata “pencuri.” yang katanya sadis sekali, merampok dengan segenap jiwa, merasai segenap harta.
cerpen lengkap bisa di baca pada link di bawah ini :
http://cerpenmu.com/cerpen-islami-religi/negeri-ku-yang-damai.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar