Kabut asap pekat yang diakibatkan oleh
kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan
Kalimantan sudah masuk kategori darurat karena mengganggu kehidupan masyarakat.
Kondisi ini mendesak lembaga lintas sektoral untuk segera menanggulanginya.
Data terakhir yang didapatkan dari
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ada 156 titik panas sumber
kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Dari 156 titik tersebut, 95 titik di
Sumatera dan 61 titik di Kalimantan. Dan, di wilayah Sumatera Selatan, Jambi,
Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan kabut asap
semakin pekat. Di Sumatera, kabut asap menyelimuti 80 persen wilayahnya. Paling
tidak sebanyak 25,6 juta jiwa terpapar asap, yaitu 22,6 juta jiwa di Sumatera
dan 3 juta jiwa di Kalimantan.
Untuk masalah ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan
semua pihak terkait untuk menanggulangi kabut asap tersebut. Meski kondisi
kabut asap sudah masuk kategori darurat, pemerintah daerahlah yang berhak
menetapkan wilayahnya masuk kondisi darurat asap. Namun, sejumlah provinsi
masih menetapkan wilayahnya siaga bencana asap, belum tanggap darurat asap
seperti di Riau dan Kalimantan Barat. Dan yang dilakukan oleh pemerintah kota
di provinsi Sumatera dan Kalimantan yaitu salah satunya dengan membuka posko
penanganan kabut asap. Keberadaan posko itu untuk menguatkan penanganan kabut
asap di lapangan yang selama ini sudah berjalan. Presiden juga menugaskan TNI
untuk membantu mengerahkan upaya tambahan pesawat TNI dan personelnya. Untuk
kementerian dan lembaga terkait, Presiden meminta untuk berkonsentrasi dan
mengerahkan program kerja pemerintah ke provinsi terdampak. Dalam jangka
pendek, pemerintah memanfaatkan hujan buatan, pemadaman dari udara dan dari
darat. Sejumlah pesawat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Riau,
Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, serta di Jambi. Namun, pemadaman dari udara
tidak bisa dilakukan selama penerbangan juga terganggu akibat kabut asap. Hujan
buatan juga belum bisa dilakukan karena belum ada awan yang berpotensi hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar