Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu
yakin dan wajib berbuat baik dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam
etika mempermasalahkan hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu, apakah
yang buruk itu, apakah ukuran baik dan buruk itu, apakah suara batin itu,
mengapa orang terikat pada kesusilaan.Profesionalisme adalah suatu kemampuan
yang dianggap berbeda dalam menjalankan suatu pekerjaan .
Profesionalisme dapat diartikan juga dengan suatu
keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan dengan hasil yang
maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang dijalankan tersebut.
Tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada
etika komputer:
1. Kelenturan
logika (logical malleability), kemampuan memrograman komputer untuk melakukan
apa pun yang kita inginkan.
2. Faktor
transformasi (transformation factors), Contoh fasilitas e-mail yang bisa sampai
tujuan dan dapat dibuka atau dibaca dimanapun kita berada.
3. Faktor
tak kasat mata (invisibility factors), semua operasi internal komputer
tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman
yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit terlihat dan penyalahgunaan yang
tidak tampak.
Beberapa langkah menghadapi dampak pemanfaatan IT :
·
Desain yang berpusat pada manusia.
·
Dukungan organisasi.
·
Perencanaan pekerjaan.
·
Pendidikan.
·
Umpan balik dan imbalan.
·
Meningkatkan kesadaran publik.
·
Perangkat hukum.
·
Riset yang maju.
Sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan
standar etika berupa :
1. Formulasikan
suatu kode perilaku.
2. Tetapkan
aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer.
3. Jelaskan
sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti tenguran, penghentian, dan
tuntutan.
4. Kenali
perilaku etis.
5. Fokuskan
perhatian pada etika secara terprogram seperti pelatihan dan bacaan yang
disyaratkan.
6. Promosikan
undang-undang kejahatan komputer pada karyawan. Simpan suatu catatan formal
yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua
tindakan, dan kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti
audit etika.
7. Mendorong
penggunaan program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan cara
yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik atau
penyalahgunaan obat bius.
8. Siapa
yang menggunakan Teknologi Sistem Informasi
Pihak-pihak yang menggunakan teknologi sistem
informasi adalah orang-orang yang bekerja atau memang membutuhkan teknologi SI
di dalam menunjang aktifitasnya, baik itu secara individu, maupun secara
bersama-sama. Pihak-pihak tersebut haruslah sudah mengerti akan hal-hal yang berkaitan
dengan Etika dan Profesialisme Teknologi Sistem Informasi agar keamanan dan
kenyamanan dalam menggunakan teknologi sistem informasi bisa tercapai. Yang
harus di perhatikan adalah pelanggaran terhadap kode etik profesi yang bisa
saja dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan
mencakup dua kasus utama, yaitu:
·
Pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak
mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh
profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas
dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun
kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi;
dan
·
Pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan
jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang
dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional.
Tujuan digunakannya Etika dalam Teknologi Sistem
Informasi
·
Mampu memetakan permasalahan yang timbul
akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
·
Mampu menginventarisasikan dan
mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
·
Mampu menemukan masalah dalam penerapan
etika teknologi informasi.
·
Penerapkan Etika dan Profesionalisme
Teknologi Sistem Informasi
Harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam
Teknologi Sistem Informasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap
orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus
mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme Teknologi Sistem
Informasi, sehingga pengguna etika dan profesionalisme Teknologi Sistem
Informasi ini tentunya adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang
akan dan telah menggunakan Teknologi Sistem Informasi untuk menghindari adanya
isu-isu etika dalam pemanfaatan TI. Sebagai seorang yang profesional, kita
mempunyai tanggung jawab moral untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi
informasi di setiap kesempatan dantempat khususnya tempat kita bekerja. Hal itu
termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia
yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar