Kamis, 24 September 2015

Pengalaman Menjadi Kepemimpinan

Saya pernah berpengalam menjadi ketua Bendahara dalam sekolah SMK saya dulu, awalnya saya tidak mau saya takut, ragu, untuk memegang uang. Takut hilang atau terpakai oleh saya sendiri karena saya tipe orang yang boros megang uang sendiri aja niat mau di tabung akhirnya terpakai, nah saya takut seperti itu.

Tetapi saya di paksa dan di percaya sama teman-teman, mau tidak mau saya harus mau karena alhamdulillah temen-temen percaya sama saya, setelah saya coba alhamdulillah saya tidak pernah kehilangan atau memakai uang tersebut, karena saya minta tolong orang tua saya (mama) dalam memegang keuangan, dan alhamdulillah setiap ada acara kegiatan apapun saya selalu terpilih menjadi Bendahara.

Acara 17 agustus di daerah rumah saya, saya menjadi panitia dan saya terpilih sebagai panitia Bendahara, kepengurusan karang taruna pun saya menjadi Bendahara, dan sekarang pun pada kegiatan di kelurahan BKM ( Badan Keswadayaan Masyarakat) saya berdiri di bidang UPK ( Unit Pengelola Keuangan ), Alhamdulillah di setiap ada kegiatan apapun saya selalu terpercaya di bagian Bendahara.

Ternyata menjadi pemimpin itu menyenangkan, walaupun berat dan banyak tanggung jawab. tapi Alhamdulillah setelah kita jalani dan mendapat support dari orang terdekat semuanya terasa menjadi nyaman dan menyenangkan.


Puisi Ayah dan Ibu

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada diruangan ini, Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai.
Berbicara tentang cinta ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita, yaitu keluarga terutama orang tua.
Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan serta bimbingan dari orang tua.

Bahagiaku surga mereka dan deritaku pilu mereka.

Aku berdiri menggunakan toga ini disebuah jalan setapak yang gelap.
Pandangan ku tertuju pada dua orang di kejauhan sana.
Dengan senyuman yang tak asing di mataku.
2 orang yg sangat aku hargai 2 org yang sangat aku hormati aku cintai dan aku sayang.

Yaaa.. mereka Papa dan Mamaku.

Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka.
Seiring dengan langkah terlintas dibenakku.
Atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.
Mama yang telah mengandungku selama 9 bulan.

Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini.
Mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Papa yang telah mendidiku, papa yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup detik demi detik hari demi hari bahkan tahun demi tahun.

Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka ??

Sering aku tutup kuping gamau dengerin nasehat mereka.
Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasan ku.
Sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalan ku.
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaan ku.

Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang gak pantas mereka dengar dari bibirku.
Dasar cerewet, kuno, kolot.. tapi apakah mereka mendendam perasaan dendam terhadapku ??

Tidaaaak... tidak sama sekaliii !!

Mereka dapat tulus memaafkan ke khilafanku.
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka.
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini.

Ya tuhaaan... betapa durhakanya aku !!
Tak sadarkah aku bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku.

Langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka.
Dan ku pandangi papa dan mama ku inci demi inci.
Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk.
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih.
Dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput.

Ku tatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini.
Ku cium tangan mereka, ku peluk mereka sambil berkata “Papa Mama yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah Papa dan Mama berikan selama ini kepadaku”.


Terima kasih Pa, terima kasih Ma aku sayang Papa dan Mama sampai akhir hayatku terima kasih..